Skandal politik FIFA dan judi bola: pengaturan skor bola

Dunia politik dan bisnis gelap seperti judi online, judi bola, agen bola, narkoba, dan pornografi sepertinya selalu bergandengan tangan. Tidak dapat dupungkiri beberapa orang kuat memang memiliki bisnis gelap seperti judi, agen bola dan narkoba. Orang kuat tersebut hampir pasti memilik koneksi politik yang kuat dan memanfaatkan koneksi politik itu untuk meperkaya diri masing masing. Artikel ini berhubungan denga artikel sebelum skandal pejabat fifa dalam hal politik dan dunia sepakbola.

Judi bola dan pengaturan skor bola

 

Dunia sepakbola selalu menarik dan tidak ada habisnya untuk dibahas. Mulai dari maraknya perjudian di Liga Inggris sampai skandal pengaturan skor di ajang kompetisi bergengsi seperti Liga Eropa, Liga Champion bahkan Piala Dunia.

Pengaturan skor judi bola

Virus yang telah menyebar ke dalam dunia sportivitas berskala global ini telah membuat nilai moral dari ajang sepakbola menjadi bobrok. Permainan Fair Play yang digembor-gemborkan oleh benua Eropa ini rusak karena adanya campur tangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Lembaga Kepolisian Uni Eropa bersama dengan Interpol sudah lama melakukan tindakan untuk mencegah skandal yang merusak nilai sportivitas tersebut. Sebanyak 380 pertandingan yang dilaksanakan di Eropa dan 300 pertandingan yang dilakukan di luar Eropa telah diinvestigasi oleh pihak gabungan Europol dan Interpol. Hasilnya sebanyak 425 orang telah dijadikan sebagai tersangka, sebagian besar mereka adalah para pejabat, pelaku judi bahkan para pemain sepak bola itu sendiri juga ikut andil.

Europol atur skor judi bola

Menurut Direktur Europol Rob Wainwright sebagian besar pelakunya berasal dari Singapura. Nilai hasil suap ditaksir hampir mencapai 2,5 juta dolar Singapura dengan dana yang terhimpun berkisar 8 juta uero. Kelompok mafia yang berasal dari Singapura tersebut menggunakan jaringan internet dan saluran telepon untuk berkomunikasi dengan bandar-bandar besar lain di Asia. Dokumen Lembaga Pengadilan yang berasal dari Finlandia menyebutkan bahwa pada tahun 2011 para pejabat dan wasit pertandingan tealah bertemu dengan seorang warga Singapura, Wilson Raj Perumal untuk mengatur hasil pertandingan berskala internasional.

Wilson Raj Perumal terpidana atur skor judi bola

Perumal akhirnya ditangkap di Finlandia setelah mengikuti sejumlah pertandingan. Setelah ditangkapnya  Perumal, Europol akhirnya mendapat informasi mengenai investor-investor lain yang berhubungan dengan skandal pengaturan skor tersebut.

sumber: http://www.bbc.com/news/world-asia-24489526

Atur skor judi bola di liga bola bergengsi FIFA dan UEFA

 

FIFA dan UEFA memang telah mengambil langkah awal sebelumnya, tetapii hanya mengandalkan sistem perangkat lunak untuk melacak jejak aksi para pelaku yang merusak moral sportivitas tersebut. Perangkat sistem itu sempat merekam sejumlah uang yang digunakan dalam aksi judi bola dalam jumlah yang relatif besar.

Menurut komentator BBC, Phil Barry “Masyarakat tidak mengetahui seberapa besar skala dari jaringan tersebut, jika masyarakat tahu mereka pasti tidak akan lagi mempercayai sportivitas olahraga di pertandingan sepak bola”.

Di Italia, pengaturan skor yang biasa disebut dengan skandal “calciopoli” pernah terjadi. Tim-tim besar seperti Lazio, Fiorentina, AC Milan dan Juventus pernah memanfaatkan wasit untuk diajak bekerja sama. Akhirnya pada tahun 2005 dan 2006 gelar Serie A tersebut dibatalkan karena kejadian tersebut.

Bukti nyata atur skor judi bola diakui oleh Andrea Masiello, pemain bertahan Atlanta liga calcio mengakui akan keterlibatan dalam sisi gelap bandar bola. Andre melakukan gol bunuh diri saat Bari melawan Lecce yang berakhir dengan skor 0-2. Pemain lain banyak yang mengakui akan adanya mafia yang memberi tekanan terhadap club untuk sengaja mengalah. Mafia bola ini meraih keuntungan dari judi bola atau judi online mereka. Acap kali mafia bola ini adalah operator situs judi online itu sendiri. Agen bola, bandar bola dan situs judi online seperti sbobet, ibcbet dan luxury138.com merupakan beberapa operator pasaran bola online di Asia.

Bagaimana dengan bola liga Indonesia?

 

Di setiap negara pasti pernah mengalami skandal pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola. Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Apakah Indonesia bebas dari skandal tersebut?

Ada beberapa pelatih dari kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia yang sempat memberikan komentarnya mengenai skandal pengaturan skor di Indonesia. Salah satunya adalah pelatih Persidafon Dafonsoro, Agus Yuwono.

Menurut pelatih Agus, ia pernah diminta sejumlah oknum untuk mengalah pada pertandingan melawan Persiwa Wamena pada tahun 2012 silam. Dalam jumpa pers di Jakarta tanggal 17 Juni 2015 kemarin, Agus menjelaskan bahwa dia sempat ditawari sejumlah uang dengan nilai 150 juta agar mengalah dengan skor 3-0 atau 3-1.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa selama ia menjadi pelatih ia sudah tiga kali ditawari sejumlah uang untuk membuat timnya kalah dalam pertandingan. Menurutnya peristiwa tersebut menyadarkan kita bahwa di Kompetisi Indonesia skandal pengaturan hasil pertandingan marak terjadi.

Pengaturan skor bola timnas indonesia

Bahkan timnas pun tidak luput dari skandal tersebut. Pada SEA Games di Singapura kemarin terungkap adanya indikasi pengaturan skor. Melalui rekaman yang diperoleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jakarta, terungkap bahwa timnas U-23 disuruh mengalah pada Thailand dengan skor 4-0.

Sepakbola memang selalu menjadi tayangan yang menarik untuk ditonton. Hanya dengan media elektronik tayangan sepakbola dari berbagai dunia sudah dapat dinikmati. Bukan hanya dijadikan sebagai hiburan semata, tetapi juga dijadikan sebagai kepentingan politik, sosial dan ekonomi.

Semoga kedepannya skandal pengaturan skor yang mencoreng nilai sportivitas olahraga tersebut bisa dimusnahkan, sehingga sepak bola tetap menjadi tayangan yang menarik untuk dinikmati.

http://www.bola.net/tag/skandal-pengaturan-skor/