Skandal Rahasia Pejabat FIFA

Selama beberapa decade ini korupsi dan suap telah mencoreng nama besar badan sepak bola dunia FIFA. Menurut Jaksa Agung AS Loretta Lynch korupsi dan suap ini telah terjadi di dalam FIFA sejak dua decade terakhir.

Ketika ditanya dalam konferensi pers di New York, Lync mengatakan bahwa ada 14 nama yang sedang diselidiki oleh pihak federal. Lync juga mengatakan bahwa korupsi di dalam FIFA ini yang terencana dan rapi sehingga merugikan banyak pihak.

 

Skandal Suap Pejabat FIFA

Sejak dari tahun 1991 para pejabat memanfaatkan posisi mereka untuk meminta imbalan hak komersial dari pemasar olahraga untuk turnamen sepak bola. Selama dua generasi mereka melakukan ini secara berulang-ulang, terang Lync lebih lanjut. Mereka telah merusak nilai sportivitas dalam sepak bola hanya kepentingan pribadi mereka.

Dalam 14 pejabat ini mereka didakwa oleh AS dengan 47 tuduhan. Di dalamnya juga ada nama mantan pejabat tinggi FIFA yang ikut andil atau menutup-nutupi tindakan pemerasan dan penipuan ini. Dalam proses transaksi atau pencucian uang, para eksekutif media telah menyuap para pejabat FIFA untuk mendapatkan hak siar atau pemasaran turnamen sepakbola tersebut.

Pangeran Ali bin Al Hussein pun angkat bicara perihal permasalahan ini. Ia sangat prihatin dengan kondisi FIFA saat ini, ia juga menyanyangkan beberapa pejabat yang tertangkap beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya terbongkarnya skandal dugaan korupsi di organisasi FIFA merupakan sebuah pelajaran besar yang patut kita antisipasi untuk kedepannya. Pangeran yang menjadi saingan Sepp Blater dalam pencalonan diri sebagai presiden FIFA ini mengatakan akan melakukan segala upaya untuk menyelesaikan upaya ini.

Para Pejabat Sebagai Tersangka

Beberapa waktu yang lalu sejumlah pejabat Federasi Sepak Bola Dunia dituduh telah melakukan sejumlah tindakan penipuan, pencucian uang dan pemerasan. Tidak tanggung-tanggung, uang yang hilang dari rekening FIFA mencapai puluhan juta dolar. Rencana tersebut telah terbongkar sejak Piala Dunia 2010 silam. Dalam periode waktu 24 tahun sudah mencapai US$150 juta atau setara Rp. 1.9 triliun jumlah kerugian yang ditanggung FIFA.

Ada 14 nama yang diduga terlibat dalam kasus suap ini. Menurut Jaksa Agung Lorreta Lynch posisi para pejabat tersebut digunakan untuk mengumpulkan suap. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa mereka mengkorupsi dana sepakbola untuk kepentingan pribadi dan kekayaan mereka.

Ketika penangkapan di Zurich terdapat nama Jeffrey Webb yang merupakan wakil presiden FIFA sekaligus sebagai ketua Federasi Concacaf daerah Amerika Tengah dan Utara. Jeffrey ditangkap bersama tujuh tersangka lainnya, para pejabat itu adalah Julio Rocha, Eduardo Li, Costas Takkas, Jose Maria Marin dan jugaEugenio Figuerido.

Sebenarnya FIFA juga sudah memberikan larangan sementara terhadap 11 nama yang sempat dituntut oleh jaksa. Empat nama tambahan yang belum menjadi tersangka adalah Nicolas Leoz, Jack Warner, Darryl Warner dan Chuck Blazer.

Beberapa waktu yang lalu Badan Sepak Bola mengatakan akan mengadakan seleksi pemilihan presiden dan Sepp Blater adalah nama yang diunggulkan dari lima nama lainnya. Tapi Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) mengatakan untuk menunda pemilihan tersebut terkait dengan skandal para pejabat ini.

Ketika investigasi dilakukan oleh Jaksa Penuntut di Swiss kemarin, telah ditemukan bahwa AS dituding menerima suap lebih dari US$150 juta atau setara dengan Rp 1,9 triliun sejak dari 1991. Mereka juga akan menyelidiki proses perencanaan Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.

Perkembangan dari investigasi ini adalah penyerahan diri mantan wakil presiden FIFA, Jack Warner. Warner dituduh menerima suap sebesar US$10 juta atau setara Rp 132 milyar dari Afrika Selatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2010 kemarin. Warner menyerahkan diri ke Kepolisian Trinidad, namun ia dibebaskan dengan uang jaminan sebesar US$2,5 juta atau Rp 33 miliar.

Lynch mengatakan bahwa tuduhan yang dilontarkan kepada para pejabat ini antara lain penerimaan suap dari media untuk hak penyiaran, penerimaan suap untuk keputusan lokasi Piala Dunia, pemerasan, pencucian uang  penipuan transaksi dan kegiatan illegal yang terorganisir lainnya.

Semoga skandal yang mencakup skala dunia segera bisa teratasi.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *