Dasar Politik dan Pemerintahan Spanyol

Dunia politik Eropa adalah pemerintahan atau kekuasaan yang berhubungan dengan sosial. Hal ini membuat ilmu politik di Eropa menjadi lebih rumit dibanding dengan benua lain. Selain itu sejarah panjang negara-negara di benua Eropa ini membuat kesatuan politik menjadi lebih sulit.

Gedung Parlemen Spanyol

Spanyol sebagai negara maju mempunyai 47 juta jiwa penduduk, dengan sebagian besar terdiri dari penduduk asli dan sisanya merupakan imigran dari Amerika Latin dan Afrika Utara.

Perkembangan Politik dan Ekonomi di Spanyol

Negara Spanyol menjadi negara yang berperan besar di Eropa. Beberapa waktu yang lalu perekonomian Eropa sempat mengalami kemrosotan karena krisis ekonomi dan moneter. Kesatuan Moneter, sistem hukum, lalu lintas barang yang bebas dan kebijakan hukum memberi dampak yang besar bagi perekonomian Uni Eropa.

Spanyolpun tidak luput dari dampak merosotnya ekonomi Eropa tersebut. Hal itu sempat membuat masyarakat Spanyol demo mengenai sistem jaminan sosial, standar kualitas hidup yang menurun dan tingkat pengangguran yang bertambah.

Spanyol menganut sistem pemerintahan desentralisasi Eropa. Dengan total 17 komunitas otonom yang terbentuk dari 50 provinsi, tidak heran jika komunitas otonom tersebut memilih sendiri anggota parlemennya. Mereka berharap agar pemerintah dan pejabat politik mempunyai wewenang untuk mengatur sendiri sumber daya dan anggaran.

Beberapa kelompok ultra nasionalis dan radikal seperti Catalonia, Galicia dan Basqua mempunyai daerah otonomi yang lebih luas bahkan mereka mempunyai korps polisi sendiri.

Spanyol berada pada posisi ketiga belas dalam index kualitas hidup pada tahun 2005. Dengan rendahnya suku bunga di Eropa dan tinggi permintaan pasar membuat Spanyol mampu meningkatkan pendapat daerahnya. Dengan meningkatnya pendapatan daerah maka lapangan kerjapun semakin bertambah pula.

 

Namun pada tahun 2008 terjadi kemrosotan ekonomi yang membuat tingkat pengangguran menjadi bertambah. Tingkat pengangguran yang tinggi akhirnya memicu demonstrasi besar-besaran.

Merosotnya perekonomian Spanyol mengakibatkan kontruksi dan pasar properti menjadi macet. Hal itu disebabkan karena kredit dari perbankan sempat terhenti karena pejabat-pejabatnya yang korup dan tidak kompeten dalam memenajemen keuangan perbankan.

Pariwisata adalah sumber pendapatan terbesar di Spanyol, sisanya dari industri dan pertanian. Pada tahun 2006 Spanyol menempati posisi keempat dalam penghasil uero terbanyak. Dengan pariwisata yang terus tumbuh, tidak heran jika hal tersebut mampu memberi lapangan kerja kepada 2 juta penduduk Spanyol. Pada Agustus 2012 tercatat sebanyak 7,9 juta wisatawan yang telah datang ke Spanyol.

Ketika terjadi krisis keuangan dan ekonomi yang berkepanjangan, otonomi daerah dituntut agar ada perluasan lagi oleh para otonom. Barcelona adalah korban dari referendum Pemerintah Pusat Spanyol saat itu. Mereka menganggap bahwa Barcelona adalah pusat pariwisata, desain dan mode.

Bentuk Politik di Spanyol

 

Kiblat Politik Spanyol

Konstitusi Pemerintahan di Spanyol bersifat demokratis atau monarki parlementer. Jadi bentuk kepemimpinan tertinggi berupa Perdana Menteri dengan anggota kabinet dan parlemen. Perdana Menteri disini berperan sebagai kepala negara, jadi ia mempunyai tugas untuk menjalankan pemerintahan sekaligus sebagai penasihat dalam kebijakan.

Parlemen Spanyol disebut Cortes yang terdiri atas majelis rendah atau Kongres Deputi yang mempunyai tugas membuat undang-undang negara. Kongres Deputi ini memiliki 300-400 anggota dan majelis tertinggi adalah Senat yang mempunyai 260 anggota. Meskipun begitu Kongres masih mempunyai kuasa atas Senat.

Spanyol terbagi menjadi 17 daerah otonom atau komunitas otonom. Setiap komunitas otonom memiliki kekuasaan sendiri seperti di bidang pendidikan dan kebudayaan. Semua komunitas otonom dikendalikan oleh pemerintah pusat sekaligus yang bertanggung jawab pada banyak hal.

Karena pemerintahannya bersifat monarki parlemen maka sistem ini pasti mempunyai kekurangan, seperti pemberhentian Putra Mahkota mosi ketidakpercayaan dan lain sebagainya. Untuk mencegah pergantian pejabat tanpa kualifikasi maka diperlukan sistem yang baik, seperti

  1. Kepala daerah harus mengesahkan pemilihan legislatif lokal yang merupakan bentuk ekprsesi pelaksanaan otonomi daerah. Kekuasaan legislatif lokal nantinya juga akan berimbas pada penetapan berbagai kebijakan komunitas maupun daerah otonomi.
  2. Meski menganut paham sistem monarki parlementer, tapi generasi muda Spanyol menganggap bahwa setiap orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama atau tidak ada orang yang dilahirkan dengan hak istimewa.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *